MENGUNGKAP RAHASIA MALAM NISYFU SYA’BAN

174036

Oleh : Muhamad Ziaul Haq*

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang mempunyai banyak keutamaan dan keistimewaan, diantaranya adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dari sahabat Usamah bin Zaid RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa (selain puasa bulan Ramadhan) sebanyak puasa di bulan Sya’ban? Rasulullah SAW menjawab: “Pada bulan itu manusia banyak melalaikan antara bulan Rajab dan Ramadhan (Sya’ban) dan pada bulan itu Allah SWT mengangkat amal perbuatan manusia, dan aku senang diangkatnya amal perbuatan dalam keadaan puasa”.

 

Pada bulan Sya’ban juga terdapat malam nishfu sya’ban, dimana pada malam itu adalah pengampunan dan peleburan dosa-dosa bagi umat baginda Rasulullah SAW, malam turunnya malaikat dan turunya Rahmat Allah SWT kepada hamba-NYA. Selain itu, Rasulullah SAW sangat memperhatikan dan memanfaatkan malam yang penuh berkah itu dengan beribadah, berdzikir, istighfar, menyucikan diri, shalat tahajud, membaca Al-Quran dll, begitu juga dengan para sahabat, tabi’in dan ulama salaf as-shalih (ulama terdahulu) pun memanfaatkan dan menghidupkanya dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dianjurkan bagi kita untuk mengetahui rahasia dan juga keutamaan-keutamaan  yang terkandung didalamnya,  mengetahui nama-nama malam nisyfu sya’ban, mengetahui amalan Ibadah yang utama beserta dalil-dalilnya.

 

NAMA-NAMA MALAM NISHFU SYA’BAN

 

Malam Nishfu Sya’ban dengan keagungan, keutamaan dan keberkahanya mempunyai nama-nama khusus. Nama-nama ini mengandung arti dan makna yang tersirat dalam perkataan  Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Mufti Republik Arab Mesir lalu, Syekh Hanasanain Muhammad Makhluf dalam kitabnya sadzarât fî fadhâil lailah nishfu min sya’bân menyebutkan diantara nama-nama bulan sya’ban adalah:

 

  1. Lailaturrahmah (malam penuh rahmat)

Malam nisyfu sya’ban di namakan malam rahmat (kasih sayang) karena pada malam itu Allah SWT menurunkan rahmatnya kepada umat Rasulullah SAW dengan jumlah yang besar yaitu seperti sejumlah rambut domba, sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW dalam Haditsnya: “sesungguhnya Allah SWT pada malam ini (Nishfu Sya’ban) memberi rahmat kepada umatku seperti sejumlah rambut domba bani kalb”. (HR.Baihaqi)

 

  1. Lailatul Ijaabah (malam pengabulan do’a)

Dinamakan malam Ijabah(pengabulan) karena pada malam itu semua doa-doa umat manusia yang dipanjatkan kepada Allah SWT akan diterima dan dikabulkan oleh-NYA, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW: “Lima malam yang tidak ditolak doa-do’a hamba Allah SWT: malam pertama bulan Rajab, malam Nisyfu Sya’ban, malam jum’at dan dua malam ied (ied fitr dan Adha). (HR.baihaqi, dailami, ibnu Asaakir, Abdurrazak)

 

  1. Lailatul Ghufron (malam pengampunan)

Disebut dan dinamakan malam pengampunan karena Allah SWT pada malam itu memberi ampunan kepada seluruh hamba-NYA yang ada di bumi kecuali orang musyrik (menyembah selain Allah SWT) dan orang yang bermusuhan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan malaikat-malaikat-NYA kepada hamba pada malam nishfu sya’ban dan mengampuni seluruh penghuni bumi kecuali dua orang yaitu orang musyrik dan orang bermusuhan”. (HR.Ibnu majah)

 

  1. Lailatu ‘Iedl malâikah (malam Ied nya Malaikat)

Malam ini merupakan Ied nya para Malaikat, sebagaimana halnya manusia mempunyai hari Ied yaitu Ied Fitri dan Ied Adha, malam Iednya malaikat adalah Malam Nisyfu Sya’ban dan Malam lailatul qodr, sebagaimana dalam sebuah riwayat: “Sesungguhnya malaikat yang berada di langit mempunyai dua hari raya Ied. Sebagaimana orang muslim mempunyai dua ied dan ied nya malaikat malam Nisyfu Sya’ban dan malam lailatul Qodr”.

 

  1. Lailatusyafaah wal Afwu (malam syafa’at dan pengampunan)

malam ini merupakan malam pembebasan dosa setengah dari umatnya baginda Rasulullah SAW serta diberikanya syafa’at dari Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan oleh sayidah Aisyah RA: “Bahwasanya pada malam itu malaikat jibril datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah membebaskan dari neraka setengah dari (jumlah) umatmu dan pada malam itu juga Allah telah memberikan syafa’at”.

 

Nama-nama ini adalah nama dari pada malam Nishfu Sya’ban yang merupakan bukti dari keagungan dan kebesaran yang terkandung didalamnya, karena pada malam ini sangatlah penting bagi hamba-hamba Allah SWT yang ingin mencari RidhoNYA, meminta ampunan, memanjatkan do’a serta meminta hajat dan keinginanya.

 

KEUTAMAAN DAN AMALAN MALAM NISYFU SYA’BAN

 

1.MALAM PENGAMPUNAN DOSA-DOSA

Pada malam ini dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.

Diriwayatkan oleh imam Ahmad bin Hambal RA. Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya Allah SWT  menampakkan (Rahmat-NYA) pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni seluruh manusia kecuali orang musyrik dan bermusuhan”.

 

2.ANJURAN MENGHIDUPKAN WAKTU MALAM DAN BERPUASA DIPAGI HARINYA.

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam hadits nya Imam Ali bin Abi Thalib RA dan Sayidah Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika tiba malam nishfu sya’ban hidupkan waktu malam (beribadah) dan berpuasa pada pagi harinya, karena sesungguhnya Allah SWT akan turun (rahmat-NYA) dari terbenamnya matahari dan berkata: barangsiapa yang meminta ampun akan Aku ampuni, siapa yang meminta rizki akan Ku beri rizki, siapa yang bertaubat akan Ku maafkan, sapa yang ingin …… sampai terbitnya fajar”.

 

3.MALAM DIKABULKANYA DO’A

Pada malam yang penuh berkah ini agar bisa memanfaatkanya dengan memperbanyak do’a.

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Ibnu Asakir, Ad-Dailami, Abu Umamah, Ibnu Razak dari Sayidina Abdullah bin Umar bin khatab RA, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “5 malam yang tidak ditolak do’anya: malam pertama bulan Rajab, malam nishfu sya’ban, malam jum’at, malam ied fitri dan ied Adha”.

 

Imam Syafi’i RA dalam kitabnya “AL-UM” berkata: ”telah sampai kepada kami bahwa sesungguhnya do’a akan dikabulkan pada waktu 5 malam:  “malam pertama bulan Rajab, malam nishfu sya’ban, malam jum’at, malam ied fitri dan ied Adha”.

 

4.BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM IBADAH

Disebutkan oleh imam Qasthalani, bahwasanya para Tabi’in yang berasal dari Negeri Syam seperti Kholid bin Ma’dan dan Makhul pada malam ini (nishfu sya’ban) mengagungkan dengan kesungguhanya dalam beribadah. Dikatakan oleh imam Rajab Alhambali: Sebaiknya seorang mukmin pada malam itu (nisyfu sya’ban) menyempatkan dan meluangkan waktunya berdzikir kepada Allah SWT, berdo’a agar diampuni dosanya,di tutup Aibnya (cela), dikeluarkan dari bencana dan juga diutamakan bertaubat pada malam itu karena Allah SWT akan memberi ampunan bagi siapa yang bertaubat.

 

5.MENDEKATKAN DIRI KEPADA AllAH SWT

Al Aariif billah maulana Syekh Shalih Al Ja’fari menambahkan : Untuk menghidupkan malam ini (nisyfu sya’ban) dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti shalat (tahajud atau tasbih), membaca Al Qur’an, berdzikir dan bershalawat kepada sayidina Rasulullah SAW.

 

DOA MALAM NISYFU SYA’BAN

Doa Nishfu Sya’ban telah masyhur (terkenal) dikalangan umat muslim sunni yang bersumberkan Hadits dari Sahabat Umar bin Khatab RA dan Sahabat Abdullah Bin mas’ud RA berikut do’anya:

 

. اَللّهُمَّ يَاذَاالْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْهِ يَاذَاالْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَاذَاالطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لآ إِلهِ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاّجئيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ.

اَللّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اَللّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِيْ وَاقْتَارَ رِزْقِي وَأَثْبِتِْنيْ عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَاِبكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُواللهُ مَايَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ.

إِلهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَانَعْلَمُ وَمَا لاَنَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ .

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ..

 

Dari riwayat-riwayat diatas yang berasal dari Hadits Sohih, Atsar Sahabat, Tabi’in dan para ulama maka kita sebagai Umatnya Baginda Rasulullah SAW sepatutnya meniru dan meneladani amal ibadah yang telah dikerjakannya dengan berpuasa bulan sya’ban dan Nishfu Sya’ban, Beribadah, Berdzikir, Berdo’a, membaca Al Qur’an, Bertaubat, Bershalawat kepada Rasulullah SAW dll. Semoga dengan keberkahan dimalam Nisyfu sya’ban ini, kita mendapatkan Ridho dan Ampunan dari Allah SWT serta terkabulnya do’a-do’a kita semua. Amiin Ya Rabbal A’lamiin

 

 

* (Penulis adalah: Mahasiswa Fakultas Ushuludin Jurusan Hadits, Universitas Al-Azhar)

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share