Keutamaan Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadan

kaligrafi-ramadhan-al-quran-biru

Apa keutamaan mengkhatamkan al-Qur’an yang lebih dari sekali di bulan puasa?

Bulan Ramadan adalah bulannya al-Qur’an, Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ . البقرة : 185

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

(اِنّاَ اَنْزَلْناَهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُباَرَكَةٍ اِناَّ كُناَّ مُنْذِرِيْنَ . (الدخان : 3

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.

(اِنّاَ اَنْزَلْناَهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ . (القدر : 1

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”.

Dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ. متفق عليه

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Dan lebih dermawannya Rasulullah Saw. adalah pada saat bulan Ramadhan. Di bulan itu malaikat Jibril jumpa dengan Rasulullah saw. Dan setiap malamnya Jibril As. mentadaruskan al-Quran bersama Rasulullah Saw. Maka sungguh Rasulullah Saw. pada yang demikian itu tentu yang paling dermawan dalam hal kebaikan dibanding angin yang terus menerus berhembus”. (Muttafaq Alaih)

Dan dari Sayyidah Fatimah Alaihassalam :

أنّ اباها صلى الله عليه وآله وسلم أخبرها انّ جبريل عليه السلام كان يعارضه القرآن كل عام مرةً , وأنّه عارضه في عام وفاته مرتين. متفق عليه

“Sesungguhnya Jibril Alaihi Salam menyimak Al-Qur’an yang dibacakan Nabi sekali pada setiap tahunnya, dan pada tahun wafatnya Nabi, Jibril menyimaknya dua kali”. (Muttafaq Alaih)

 

Semua uraian di atas menunjukkan atas kesunnahan membaca al-Quran di bulan Ramadan dan mengkhatamkannya lebih dari sekali, serta memperbanyak bacaan al-Qur’an di siang hari maupun malam hari, dan juga dianjurkan membaca al-Qur’an pada malam hari karena banyak keutamaan saat membaca al-Qur’an pada malam hari. Allah berfirman :

(إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئاً وَأَقْوَمُ قِيلاً . (المزمل : 6

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”.

Disebutkan juga dalam Hadis Qudsi :

وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ, فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ, وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ, وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا, وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا, وَ اِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ, وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ, وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ, تَرَدُّدِيْ عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ. رواه البخاري

“Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada kewajiban yang Aku wajibkan, dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Maka jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia memukul dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya. Dan apabila ia meminta kepadaKu pasti Aku memberinya, dan jika ia meminta perlindungan kepadaKu pasti Aku melindunginya, Aku belum pernah ragu dari melakukan sesuatu, seperti keraguanKu terhadap jiwa seorang mukmin yang tidak suka mati dan Aku pun tidak suka menyakitinya”. HR. Imam Bukhari.

sumber: koran Sawt Azhar

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share