• Home »
  • Berita »
  • Jamaah Maulid Sayyidina Husein Banjiri Madhifah Syaikh Ismail al-’Adawi

Jamaah Maulid Sayyidina Husein Banjiri Madhifah Syaikh Ismail al-’Adawi

1902961_623403727715089_315031343_nRuwaqazhar, Kairo – Senin, 24/2/2014, Madhifah Syaikh Ismail al-‘Adawi merayakan Maulid Sayyidina Husein dengan menghadirkan beberapa ulama al-Azhar di antaranya Syaikh Asyraf Ja’fari, Syaikh Abu Khair as-Suri, Syaikh Fathi Hijazi, Syaikh Ibrahim Abdul Ba’its al-Kattani, Syaikh Yusri Rusydi dan Syaikh Muhanna. Kurang lebih ratusan orang memadati madhifah Syaikh Ismail al-‘Adawi yang terletak di depan kampus al-Azhar. Para jamaah yang hadir terdiri dari masyarakat setempat dan juga mahasiswa asing.

Acara yang diadakan setiap tahun setelah maulid Nabi Muhammad saw di mulai setelah sholat asar sekitar pukul 15.30 dimulai dengan lantunan sholawat-sholawat dari qari` Mesir.

Berlaku sebagai pembicara pertama, Syaikh Asyraf mengatakan, “Husein minnî wa ana min Husein. Rasulullah memang sangat dekat dengan Sayyidina Husein, perumpamaan beliau itu matahari sedangkan Husein merupakan cahaya mataharinya.”

Dan Syaikh Abu Khair as-Suri dari Suriah, menambahkan, “kecintaan kita terhadap ahlul bait merupakan tanda kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw.”

Dilanjutkan oleh Syaikh Ibrahim Abdul Ba’its Al-Kattani, dalam sambutannya beliau membahas tentang orang yang sudah mati pada hakikatnya tidaklah mati, bagaimana bisa mereka mengatakan orang yang sudah mati benar-benar mati dan haram bertawassul kepadanya, padahal sudah jelas ada hadis yang menyebutkan tentang mayat orang kafir yang hakikatnya masih hidup, bagaimana dengan makam orang mukmin? Bagaimana dengan Sayyidina Husein? Beginilah mereka selalu mengatakan bahwa kamilah yang haqq. Bahkan Imam asy-Syafi’i tidak pernah mengatakan, “qaulî haqq” akan tetapi, “qaulî shawâb,” karena kalimat shawâb itu didapat setelah menimbang dan melihat kejadian, beda halnya dengan kalimat haqq, kalimat haqq itu berarti tidak ada yang benar selain dirinya.

Kemudian pada sesi selanjutnya, Syaikh Yusri Rusydi memberi sambutan, “Mesir mempunyai dua cahaya, dengan cahaya inilah negeri ini menjadi berkah. Pertama, makam Sayyidina Husein dan makam para ahli bait. Kedua,  karena sungai nil, dengan wasilah sungai nil ini Mesir hidup dengan berkah, seperti apa yang disabdakan Rasul bahwa, “Nil ,airnya suci.”

Rangkaian seluruh acara pada perayaan Maulid Sayyidina Husein ini berakhir pukul 21.30 clt. Dan acara ditutup dengan sambutan dari Syaikh Yusri dan lantunan sholawat-sholawat dari qari` Mesir.

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share