• Home »
  • Berita »
  • Grand Shaikh: Secara Tegas, Islam Sudah Mengajarkan Pembaruan Wacana Keagamaan

Grand Shaikh: Secara Tegas, Islam Sudah Mengajarkan Pembaruan Wacana Keagamaan

grand shaikh

Ruwaqazhar, Kairo—Selasa 26/5 Grand Shaikh Al-Azhar menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama, tokoh, pemikir dan cendekiawan di Kantor Grand Shaikh (Masyikhah) guna membahas mengenai mekanisme pembaruan wacana keagamaan dan cara menjaga masyarakat dari pemikiran radikal dan liberal yang ingin melepaskan manusia dari hukum-hukum agama.

Dalam pertemuan tersebut, Grand Shaikh Prof. Dr. Ahmad Thayyib mengatakan bahwa selama 1060 tahun Al-Azhar telah menyebarkan moderasi Islam. Melalui sejumlah pertemuan yang produktif dengan sejumlah tokoh, Al-Azhar telah sukses melahirkan beberapa Piagam Al-Azhar yang dapat diterima baik oleh masyarakat Mesir maupun dunia internasional.

Grand Shaikh menegaskan bahwa permasalahan pembaruan pemikiran dan wacana keagamaan belum menemukan kekompakan dari semua lini, media, budaya, pendidikan dan agama. Dan pertemuan yang digelar oleh Al-Azhar kemarin juga dimaksudkan untuk berdiskusi atau tukar pendapat menyangkut sumbangsih apa yang dapat diberikan kepada Mesir dan dunia Islam pada umumnya.

Beliau juga mengatakan bahwa permasalahan pembaruan wacana keagamaan merupakan perkara yang pasti ada di dalam Islam. Karena Nabi Muhamad SAW. bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini setiap seratus tahun seseorang yang akan memperbarui perkara agamanya.” Pembaruan adalah perkara yang sudah disebutkan secara tegas di dalam Islam.

Sementara itu, para peserta yang hadir dalam pertemuan ini menyatakan bahwa undangan Al-Azhar ini memberikan kekayaan informasi terkait pemikiran dan wacana keagamaan. Ada banyak perkara baru saat ini yang membutuhkan pembaruan wacana keagamaan. Dan pembentukan individu yang unggul di Mesir semata-mata bukanlah tugas Al-Azhar saja, namun itu juga merupakan tugas media, instansi pendidikan dan praktisi kebudayaan. Menurut mereka, Al-Azhar bukan pihak yang bertanggungjawab atas segala yang terjadi di Mesir saat ini, karena ia telah menggulirkan perihal pembaruan wacana keagamaan dan menerapkannya selama puluhan tahun. Aksi-aksi penyimpangan pemikiran yang ada saat ini bukanlah dari Islam, namun itu hasil dari keluarnya para pelakunya dari ajaran Islam.

Pertemuan ini dihadiri oleh Mufti Agung Republik Arab Mesir Dr. Syauqi Allam, Dr. Ahmad Umar Hasyim anggota Dewan Ulama Senior dan mantan rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abbas Shouman Wakil Grand Shaikh Al-Azhar, Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq mantan menteri wakaf dan anggota Dewan Ulama Senior, Dr. Ali Gomaa mantan mufti dan anggota Dewan Ulama Senior, Dr. Abdul Fadhil al-Qushi mantan menteri wakaf dan anggota Dewan Ulama Senior, Dr. Ahmad Mi’bad anggota Dewan Ulama Senior, Dr. Ahmad Kamal Abu Majd anggota Lembaga Riset Islam Al-Azhar, Dr. Muhammad Ra’fat Utsman anggota Dewan Ulama Senior, dan Rajai Athiyah anggota Lembaga Riset Islam Al-Azhar.

Juga turut hadir para penulis, pemikir dan jurnalis, Dr. Sayyid penulis dan peneliti ilmu sosial, Dr. Sakinah Fuad mantan penasihat Presiden Mesir, Shalah Muntashir, Rami Jalal, Sina Bisi, Dr. Musthafa Faqi, dan puluhan tokoh, ulama, penulis dan pemikir lainnya. (am/ruwaqazhar)

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share