• Home »
  • Aqidah »
  • Di Muktamar Chechnya Grand Shaikh Tegaskan Akidah Al-Azhar Ahlussunnah Asy’ari

Di Muktamar Chechnya Grand Shaikh Tegaskan Akidah Al-Azhar Ahlussunnah Asy’ari

grand shaikh chechnya

Ruwaqazhar, Kairo—Dalam Muktamar Internasional Ahlussunnah Wal Jamaah di Chechnya, Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayeb menegaskan bahwa Al-Azhar Al-Syarif memegang teguh akidah Ahlussunnah Wal Jamaah Asya’ri.

Dalam Muktamar Internasional yang bertemakan “Siapa Ahlussunah Wal Jamaah” itu Grand Shaikh menyoroti bahwa istilah ini akhir-akhir ini banyak direduksi oleh sejumlah kelompok yang sebenarnya sama sekali tidak mencerminkan sikap Ahlussunnah Wal Jamaah sebagaimana dipahami oleh para ulama selama berabad-abad. Sehingga, istilah ini menjadi ambigu dalam pandangan kaum muslimin yang awam, bahkan dalam pandangan sebagian para dai. Hal itu tidak lain karena hawa nafsu yang ada pada diri mereka.

Beliau juga menyatakan bahwa ada sebagian kelompok yang merasa paling benar dan menjadi jubir resmi Ahlussunnah Wal Jamaah, yang pada akhirnya justru memecah belah umat Islam. Dan karena pengertian tentang Ahlussunnah tidak dipahami dengan benar oleh kaum muslimin, maka muncullah berbagai aksi kekerasan dan terorisme.

Beliau menegaskan bahwa “Ahlussunnah Wal Jamaah” dalam perspektif Al-Azhar adalah para pengikut Imam Abu Hasan al-Asyari, Imam Abu Manshur al-Maturidi dan Ahli Hadis. Hal ini mencakup seluruh pengikut Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan para pemuka Mazhab Hambali. Pengertian inilah yang dipahami oleh umat Islam selama berabad-abad sejak munculnya istilah ini sepeninggal Imam Abu Hasan al-Asy’ari.

Imam Abu Hasan al-Asyari mengambil sikap moderat di tengah perbedaan ideologi di kalangan kelompok-kelompok Islam seperti Muktazilah, Mujassimah, Jabriyah, Khawarij dan Murji’ah. Mazhab Asy’ari berpegang teguh dengan Al-Quran, Hadis dan pendapat para ulama salaf. Hal yang baru dari mazhab ini adalah harmonisasi antara teks dan akal.

Masih menurut beliau, Mazhab Asya’ri bukanlah aliran baru. Namun ia merupakan mazhab yang menjelaskan dengan penuh amanah tentang akidah salaf saleh dengan manhaj/metodologi baru yang menggabungkan antara teks dan akal. Hal inilah yang tidak mampu dilakukan oleh kalangan tekstualis yang sulit untuk melakukan kajian analitik, juga kalangan Muktazilah dan kelompok-kelompok lainnya.

Demikian juga, Mazhab Asya’ri adalah satu-satunya mazhab yang tidak mengafirkan seorang pun dari kalangan ahli kiblat (muslim). Bukti otentik dari sikap ini adalah Imam Abu Hasan al-Asy’ari mengarang kitab yang berjudul “Maqalat al-Islamiyyin wa Ikhtilaf al-Mushallin” dimana judulnya menunjukkan bahwa kelompok-kelompok Islam yang dibahas di dalam kitab tersebut masih berstatus muslim. (sy/ruwaqazhar.com)

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share