• Home »
  • Berita »
  • Al-Azhar-Vatikan Bentuk Komite Gabungan Demi Wujudkan Perdamaian Dunia

Al-Azhar-Vatikan Bentuk Komite Gabungan Demi Wujudkan Perdamaian Dunia

 

Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Tayeb bersama Paus Fransiskus

Ruwaqazhar, Kairo—Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Al-Azhar dan Vatikan mengadakan pertemuan langsung guna membahas problematika terkini yang dihadapi oleh masyarakat dunia internasional, demi terciptanya perdamainan di dunia.

Dalam satu tahun terakhir ini, Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayeb secara intens melakukan kunjungan ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, Afrika dan sekarang ke Eropa. Dalam semua kunjungan tersebut ada satu misi yang ingin disampaikan oleh Al-Azhar, yaitu perdamaian dunia.

Memburuknya kondisi masyarakat dunia saat ini dimana aksi terorisme dan pembantaian massal, baik yang dilakukan kalangan muslim maupun non-muslim sudah menjadi konsumsi berita harian, membuat Al-Azhar tergerak untuk menjalankan perannya sebagai Kiblat Dunia Islam.

Setelah Al-Azhar melakukan otokritik terhadap perkembangan ekstremisme di dalam tubuh umat Islam, Al-Azhar mengecam berbagai aksi genosida yang terjadi di Palestina, Myanmar dan Afrika Selatan oleh kalangan ekstremis non-muslim.

Bahkan akhir-akhir ini secara tegas Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Thayeb mempertanyakan peran PBB dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik berkepanjangan saat ini.

Puncaknya, Senin (23/5) rombongan Al-Azhar yang diketuai langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar, mengadakan kunjungan ke Vatikan, guna membicarakan tentang perdamaian dunia dan membentuk Komite Gabungan antara Al-Azhar dan Vatikan guna mewujudkan perdamaian tersebut.

Selain itu, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat budaya dialog, toleransi, hidup berdampingan antar bangsa dan negara yang berbeda, serta melindungi manusia dari segala aksi kekerasan, ekstremisme, kemiskinan dan penyakit.

Dalam pertemuan tersebut, sebagaimana yang dilansir oleh situs resmi Al-Azhar azhar.eg, Paus Fransiskus menyatakan bahwa pihaknya memiliki misi yang sama dengan Al-Azhar yaitu misi perdamaian, toleransi dan dialog yang efektif. Dan dunia internasional saat ini menaruh harapan penuh kepada para tokoh agama. Lembaga kegamaan seperti Al-Azhar dan Vatikan memiliki tugas besar dalam memberikan kebahagiaan kepada manusia, memerangi kemiskinan, kebodohan dan penyakit.

Paus Fransiskus menambahkan bahwa pihaknya senantiasa mengikuti informasi tentang peran Al-Azhar dalam menyebarkan perdamaian, kehidupan berdampingan dan memerangi pemikiran yang menyimpang. Ia menegaskan bahwa peran Al-Azhar dalam sejarah dunia saat ini begitu sangat penting.

Sementara itu, Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Tayeb mengatakan, kita perlu untuk menyamakan sikap demi memberikan kebahagiaan kepada manusia. Karena agama-agama samawi diturunkan tidak lain adalah untuk membahagiakan manusia, bukan membuat mereka hidup dalam kesengsaraan. Beliau menegaskan bahwa Al-Azhar dengan seluruh lembaga di bawah naungannya senantiasa menyebarkan moderasi Islam, dan melalui para ulamanya yang tersebar di seluruh dunia, tak pernah lelah untuk menebarkan perdamaian, dialog dan membendung pemikiran yang radikal.

Kedua lembaga keagamaan tersebut pun sepakat untuk mengadakan konferensi internasional untuk perdamaian dunia.

Dalam pertemuan tersebut rombongan Al-Azhar terdiri dari Grand Shaikh Al-Azhar. Prof. Dr. Ahmad Tayeb, Wakil Grand Shaikh Prof. Dr. Abbas Shoman, Kepala Bidang Humas Al-Azhar Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq, dan Sekjen Dewan Riset Ilmiah Al-Azhar Prof. Dr. Muhyiddin Afifi. Rombongan ini disambut oleh Paus Fransiskus, Kardinal Jean Louis Tauran Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog dan sejumlah staf keuskupan. (ruwaqazhar/sy)

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share