5 Hal yang Harus Diketahui oleh Pelajar/Santri Baru Al-Azhar

alzhar

Masjid Al-Azhar.

Keputusan Anda untuk memilih Al-Azhar sebagai tujuan berikutnya pengembaraan Anda dalam mencari ilmu sudah sangat tepat. Kami perlu ucapkan selamat untuk keputusan yang sangat cerdas ini. Setelah pengumuman kelulusan Anda dalam seleksi ketat masuk Al-Azhar, tentu pikiran Anda sudah membayangkan bangunan megah Universitas Al-Azhar dengan berbagai kelasnya, dan Masjid Al-Azhar dengan menara-menaranya.

Anda pasti sudah mulai membayangkan betapa senangnya dapat belajar kepada para ulama Al-Azhar yang kompeten di bidangnya masing-masing. Anda sudah mulai membayangkan betapa bahagianya dapat merasakan belajar di institusi pendidik Islam tertua di dunia.  Anda tidak salah. Bahkan kalau bisa mulailah bermimpi atau bercita-cita untuk menjadi seorang ulama handal seperti yang diharapkan oleh masyarakat yang akan melepas kepergian Anda dengan penuh harapan. Mimpi itu akan dapat benar-benar menjadi kenyataan, dengan syarat Anda mampu berkomitmen dengan jalur yang telah digariskan oleh Al-Azhar. Ya, mimpi itu dapat menjadi kenyataan. Ada sedikitnya 5 penting yang Anda harus ketahui sebelum berangkat ke Al-Azhar.

1- Manhaj Al-Azhar

Di Al-Azhar Anda akan diberi sajian ilmiah dengan tiga pokok utama; akidah (iman), fikih (islam) dan tasawuf (ihsan), persis seperti komponen Islam yang ditanyakan oleh Malaikat Jibril AS. kepada Nabi SAW. di dalam sebuah hadis panjang yang dikenal dengan hadis Jibril. Dan tentunya Anda sudah tahu dan hafal di luar kepala.

Dalam masalah akidah, Al-Azhar akan mengajarkan akidah Asy’ari-Maturidi sebagai dua mazhab Sunni dalam akidah yang telah disepakati oleh jumhur umat Islam sejak berabad-abad. Kemudian di ranah fikih, Al-Azhar akan mengajarkan fikih mazhab; hanafi, maliki, syafii, dan hambali. Kita akan diminta untuk memilih dari keempat mazhab itu, dan tentunya kita sebagai muslim Nusantara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura, dll) adalah pengikut mazhab Syafii. Dan dalam ranah akhlak, kita akan diajari ilmu tasawuf ala Imam al-Ghazali. Selain itu semua, Al-Azhar juga akan mengajarkan metode muqaranah mazahib (perbandingan mazhab). Pendapat-pendapat dari kelompok-kelompok Islam akan dipaparkan secara detail dan penuh amanah, untuk kemudian dipilih argumentasi yang dianggap kuat (tarjih). Bahkan, tidak hanya pendapat kelompok-kelompok di kalangan Sunni yang dipaparkan, namun juga sejumlah pendapat dari beberapa kelompok di luar Sunni, seperti Syiah.

Siap tidak siap kita harus siap. Karena Al-Azhar akan mengajak kita untuk berlari cepat untuk menguasai ilmu-ilmu keislaman sehingga kita dapat melihat Islam secara komprehensif sebagaimana diajarkan dan diwariskan oleh Rasulullah SAW..

2- Belajar Mengajar

Al-Azhar memberikan dua sistem pembelajaran, dimana pelajaran formal bertempat di ruangan-ruangan kelas kampus Al-Azhar, dengan sistem modern yang sesuai dengan standar internasional. Sistem yang kedua adalah sistem talaqqi, dimana Masjid Al-Azhar dengan ruwaq-ruwaq di dalamnya menjadi pusatnya. Apa perbedaannya? Perbedaannya di kampus formal kita akan sering mengkaji diktat-diktat karya para ulama/dosen Al-Azhar dengan tema-tema tertentu yang disesuaikan dengan kurikulum nasional. Sedangkan di sistem talaqqi, para pengajar/ulama tidak terikat dengan kurikulum tersebut. Pengajian difokuskan kepada kitab-kitab turats dan dikaji secara detail dari A hingga Z, persis seperti di pesantren-pesantren. Dengan kata lain, sistem talaqqi adalah sistem kuno yang masih dipertahankan oleh Al-Azhar. Namun sistem ini justru terbukti banyak melahirkan para ulama yang kompeten. Jika dalam sistem formal kita mendapatkan ijazah formal sesuai jenjang akademik, sehingga kita dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya di universitas mana pun di dunia. Tapi di dalam sistem talaqqi, kita akan mendapatkan ijazah yang menunjukkan bahwa kita telah mengkaji kitab tertentu dengan sanad muttashil (bersambung) hingga kepada Rasulullah SAW., atau pengarang kitab yang bersangkutan.

Selain di Masjid Al-Azhar, talaqqi juga bisa kita temukan di sejumlah tempat lain sekitar Al-Azhar, seperti Madhiyafah Syaikh Ali Jum’ah, Masjid Imam Dardir, Madhiyafah Syaikh Ismail Adawi, Madhiyafah Said Dah, Markaz Imam Ghazali, Markaz Imam Raid Muhammad Zaki Ibrahim, dan lainnya yang semuanya terletak di sekitar Masjid Al-Azhar. Karenanya, jika Anda ingin memanfaatkan kesempatan belajar di Mesir dengan sebaik-baiknya, sangat dianjurkan untuk tinggal di area sekitar kampus Al-Azhar.

3- Kepustakaan

Mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Mesir adalah perpustakaan yang berbentuk negara. Di setiap sudut kota Kairo Anda akan mendapati para penjual buku. Para ulama Mesir termasuk produktif dalam melahirkan karya ilmiah, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan buku rujukan, baik untuk sekedar membaca maupun untuk bahan pustaka saat menulis karya ilmiah.

Tidak hanya itu, harga buku di Mesir juga tergolong sangat bersahabat dengan kantong pelajar/mahasiswa. Dan satu judul buku bisa dicetak oleh berbagai penerbit dengan keunikan sisi kualitasnya masing-masing sehingga memiliki varian harga yang cukup banyak. Karenanya kita dapat membeli buku dengan kualitas cetakan tertentu yang sesuai dengan isi saku kita.

4- Beasiswa

Mungkin Anda salah satu dari mereka yang tidak beruntung mendapatkan beasiswa sejak dari tanah air. Jangan khawatir. Di Mesir banyak lembaga yang menyediakan beasiswa. Tentu saja hal itu tidak dapat didapat secara cuma-cuma. Anda harus membuktikan kualitas akademik terlebih dahulu. Anda wajib, sekali lagi wajib naik tingkat untuk dapat mendaftar ke lembaga-lembaga pemberi beasiswa tersebut. Bagaimana jika ternyata Anda gagal naik tingkat? Jangan bersedih dulu, selain lembaga-lembaga pemberi beasiswa resmi ini, ada sejumlah muhshinin (donatur) yang secara ikhlas akan membantu keuangan Anda selama belajar di Mesir. Tentu saja untuk hal yang satu ini sifatnya tidak pasti. Sangat bergantung kepada nasib dan catatan rezeki Anda di Lauhil Mahfud hehehe…

5- Musim

Di Mesir memang ada empat musim, panas, dingin, semi dan gugur. Tapi dua musim pertama begitu dominan; panas dan dingin. Sehingga fisik kita yang sudah terbiasa dengan iklim tropis biasanya mengalami sedikit masalah dan harus beradaptasi. Di dua musim ini tentu saja gangguannya adalah kedinginan dan kepanasan. Kedua-duanya dapat menghambat aktivitas belajar kita. Solusinya, selain tentu saja menjalan anjuran hidup sehat, juga sangat dianjurkan untuk pintar-pintar dalam membagi waktu dan memilih kegiatan yang bermanfaat.

Demikian, lima hal yang kiranya perlu diketahui oleh para pelajar/santri baru Al-Azhar. Semoga bermanfaat. Amin. (ruwaqazhar.com/mh)

Be Sociable, Share!

Komentar Anda

Komentar

Share